Jan Ruff-O’Herne : Fifty Years of Silence

Jan Ruff-O’Herne berasal dari sebuah keluarga kolonial yang lahir di Jawa pada tahun 1923. Masa kecilnya penuh keceriaan dan kebahagiaan di daerah perkebunan pabrik gula Tjepiring, dekat Semarang, Jawa Tengah. Kebahagiaan ini harus berakhir seiring berakhirnya masa penjajahan kolonial Belanda di Indonesia ketika Jepang berhasil menyerbu Pulau Jawa tahun 1942. Bersama ibu dan kedua adiknya, Jan Ruff-O’Herne diasingkan di kamp penjara Ambarawa.

Fifty_years

 

Masa-masa sulit untuk bertahan hidup dengan segala keterbatasan di kamp penjara Ambarawa dijalani Jan bersama ribuan perempuan dan anak-anak Belanda. Ketika usia Jan menginjak 21 tahun, Jan bersama tujuh orang gadis Belanda dipindahkan ke sebuah rumah bordil di Semarang untuk dijadikan budak seks para tentara Jepang selama tiga bulan. Setelah itu, mereka dipindahkan ke sebuah kamp penjara di Bogor untuk kemudian dipindahkan kembali ke kamp Kramat, Batavia. Disinilah Jan bertemu dengan Tom Ruff yang akan menjadi suaminya kelak.

Selama lima puluh tahun, Jan tidak pernah memberi tahu siapa pun tentang peristiwa yang dialaminya semasa perang tersebut. Pada tahun 1992, Jan memutuskan angkat bicara dan mendukung para korban pemerkosaan Perang Korea memohon keadilan. Jan berjuang sekuat tenaga untuk membela hak-hak kaum wanita dalam perang dan konflik bersenjata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s